

Beberapa saat yang lalu pernah kami posting tentang Temuan Gemilang anak Semarang. Lama saya tidak mendengar kabar tentang anak Semarang tersebut, semalam saya di sms saudara dari Jakarta (Ir. Sri Wahyono=salah satu kakak dari Heni Rachmawati,Ph.D), dia menceritakan bahwa adiknya baru saja berhasil mendapatkan YOUNG SCIENTIST AWARD pada Kalbe Ristek Awards 2008 di akhir Oktober(31) bertempat di Jakarta. Dia juga menceritakan tentang wawancaranya dengan Metro TV yang akan disiarkan pada Minggu 16 November 2008 pk. 20.30 (besok malam). Luar biasa ... itu komentar spontanku, maklum anak itu memang selalu berprestasi sejak kecil meski ditengah kesulitan keluarga pada saat itu. Alumni SMA 3 Semarang th 1988 ini memang paling menonjol di keluarganya. Ada keinginan yang sangat untuk melihat siaran di Metro, maklum sudah 10 tahun lebih tidak bertemu karena sejak 2001 dia sudah ke Belanda untuk menyelesaikan program doktornya.
Berikut beberapa cuplikan yang saya dapatkan dari Kompas.com dan Kalbe Medical Portal atas bantuan Om Google
Penelitian Jangan Sebatas Kesimpulan
Sabtu, 1 November 2008 | 05:11 WIB JAKARTA, JUMAT - Empat orang peneliti dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Kristen Maranatha, dan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung meraih penghargaan pada Ristek Kalbe Science Awards (KSA) 2008. KSA, yang diselenggarakan oleh PT Kalbe Farma Tbk, bekerja sama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi, bertujuan untuk merangsang para peneliti untuk terus berkarya. Untuk kategori Best Research, keluar sebagai Juara I adalah dokter residen di Fakultas Kedokteran UI, dr. Sunu Budhi Rahardjo Ph.D, yang juga peneliti di Divisi Litbang Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta. Dokter ini meneliti mengenai peranan inhibitor enzim ECE-1 dan bradikinin pada hipertensi pulmonal. Juara II dan III diraih oleh Prof. Maggy Thenawidjaja Suhartono dan Khie Khiong Ph.D, masing-masing berasal dari IPB dan Universitas Maranatha. Sementara itu, untuk kategori Young Scientist disabet oleh Heni Rachmawati Ph.D dari Sekolah Farmasi ITB. Heni menjelaskan modifikasi farmakokinetik dan efikasi protein terapetik melalui vegilasi. Untuk kategori Best Research, tiga orang pemenang masing-masing mendapatkan hadiah Rp 50 juta, Rp 30 juta, dan Rp 15 juta beserta piala dan sertifikat. Sedangkan untuk kategori Young Scientist, pemenang mendapat hadiah Rp 50 juta beserta piala dan sertifikat. Ketua Dewan Juri Prof Yeyet Cahyati mengatakan, penelitian ke-14 finalis bagus dan istimewa. Namun demikian, Yeyet mengimbau agar penelitian tersebut tidak hanya sebatas kertas, namun juga dapat diwujudkan sehingga dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Hal yang sama diungkapkan oleh Deputi Pengembangan Sistem IPTEK Nasional Amin Subandrio. Menurutnya, penelitian tidak hanya sampai pada kesimpulan, namun mengarah pada suatu produk.
Malam Penganugrahan RISTEK-KALBE SCIENCE AWARDS : Recognizing Scientific Achievement, Hotel Four Season, 31 Oktober 2008 (03-Nov-2008) Oleh: NFA
Kalbe.co.id - Malam penganugrahan Ristek-Kalbe Science Awards 2008 dilangsungkan di Hotel Four Season, 31 Oktober 2008. Dengan tema Recognizing Scientific Achievement, acara berlangsung megah dan meriah. Pemenang kategori Best Research adalah Sunu Budhi Rahardjo, dr. Ph. D - Divisi Litbang PJN Harapan Kita dan pemenang kategori Young Scientist adalah Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si. dari Sekolah Farmasi ITB. (foto: para finalis kategori Best Research bersama dr Boenyamin Setiawan) Acara malam itu dihadiri oleh sekitar 250 undangan yang terdiri dari peserta, finalis, juri, wartawan, organisasi (POM, ISFI, Depkes, dll.) dan Kalbe grup. Pembukaan dimeriahkan oleh Batavia Dancer yang mengantarkan para tamu memasuki Ballroom Four Season. Mereka juga mengiringi Eka Deli dan Chandra yang menghibur para tamu undangan. Setelah dibuka oleh MC Ferdi Hasan, dilanjutkan oleh laporan ketua panitia Ristek-Kalbe Science Awards 2008, Ibu Shinta Deviyanti. Dalam sambutannya, ibu Shinta menjelaskan latar belakang dicanangkannya Ristek-Kalbe Science Awards yaitu dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang ke-13 dan ulang tahun PT. Kalbe Farma Tbk. yang ke-42. Sebuah penghargaan untuk Peneliti dan Penelitian di bidang "Life Sciences dan Teknologi yang dapat diterapkan untuk kepentingan kesehatan masyarakat banyak". Diharapkan kegiatan serupa bisa diikuti oleh perusahaan lain sebagai upaya memajukan penelitian di Indonesia. Dr. Boenyamin Setiawan, Founder Kalbe, memberikan kata sambutan kedua. Dr. Boen menjelaskan pentingnya penelitian bagi suatu bangsa. Beliau menceritakan tentang Alfred Nobel dan pencapaiannya sampai namanya diabadikan sebagai lambang pencapaian tertinggi dan bergengsi di bidang penelitian. Dr. Boen juga berharap suatu saat lahir pemenang Nobel yang berasal dari Indonesia. Sambutan dari Menristek diwakili oleh Prof. Dr. Amien Subandrio menyambut baik kegiatan ini. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Riset dan Teknologi, mendukung upaya penelitian yang bersifat aplikatif. Pemerintah sudah menyiapkan 10.000 paket penelitian yang dibagi menjadi 7.000 untuk penelitian di universitas dan 3.000 paket penelitian swasta. Masing-masing mendapatkan sekitar 100 juta. Pelaksanaan penilaian finalis Ristek-Kalbe Science Awards dilaksanakan tanggal 30-31 Oktober di Hotel Borobudur, Jakarta. Para juri yang diketuai oleh Prof. DR. Yeyet Cahyati dari Sekolah Farmasi ITB telah berupaya keras untuk memilih yang terbaik dari para finalis. Setelah melalui beberapa tahap ini, akhirnya terpilih para pemenang sebagai berikut : Kategori Best Research : Juara I : Sunu Budhi Rahardjo, dr. Ph. D - Divisi Litbang PJN Harapan Kita Juara II : Maggy Thenawidjaja Suhartono, Prof. - Institut Pertanian Bogor Juara III : Khie Khiong, S.Si., M.Si., M.Pharm. Sc., Ph.D - Divisi Imunologi Puslit Ilmu Kedokteran (PPIK), FK Maranatha Kategori Young Scientist : Heni Rachmawati, Dr. Apt., M.Si - Sekolah Farmasi ITB




Radio MTA-online FM 107.9 - Ska
RTV-Garuda Suriname NV
2 komentar:
wah, prestasi yang sangat membanggakan, pak wahyu. sebagai wong jawa tengah, saya ikut senang dan merasa bangga, pak.
selamat untuk anak Semarang yang kebetulan saudara Bapak, semoga pak Wahyu menyusul dapat menemukan sesuatu yang baru
Poskan Komentar